Ana mengamit lengan Fernando saat mereka berjalan memasuki ballroom luas yang sudah disulap menjadi tempat resepsi yang mewah. Dengan gaun berwarna pink dan juga tuxedo hitam, dua sejoli itu mengumbar senyum pada tamu yang sebelumnya sudah hadir. Tujuan mereka tentu saja pelaminan yang sudah di decor dengan sangat indah. Begitu sudah sampai, mereka berdua duduk. Ana tersenyum mengamati seluruh tamu undangan dari pelaminan yang tempatnya dibuat lebih tinggi dari lantai lainnya. “Suka?” Fernando bersuara pelan. Jarak kursi para orang tua cukup jauh, jadi Fernando tidak perlu berbisik-bisik yang membuat geli. Hanya saja mereka harus menjaga sikap supaya tidak terlalu kentara kalau mengobrol karena semua orang menatap ke arahnya. Ana mengangguk mantap. Matanya berbinar melihat warna pink d

