Sudah beberapa hari ini Ana menghindar dari Fernando. Perempuan itu selalu menolak saat diajak bertemu atau sekedar antar jemput. Bahkan SMS dan telepon Fernando hanya ditanggapi dengan singkat. Ana melakukannya bukan tanpa alasan. Ya, Alasannya masih sama. Soal kepergiannya ke Palestina yang sudah direncanakan dengan baik. Ana langsung ke ruangannya begitu kegiatannya mengontrol pasien selesai. Perempuan itu langsung duduk dan menyenderkan kepalanya di kursinya. Kepalanya berdenyut nyeri karena banyak pikiran. Ke Palestina adalah mimpi terbesar Anastasia Maharani. Tapi itu dulu, sebelum sosok Fernando hadir dan mengubah mimpi terbesarnya. Melihat Fernando dengan kegigihannya membuat Ana ingin menikah secepatnya. Tentu saja dengan pria itu. Pintu ruangan Ana terbuka dengan kasar. Terlih

