Masih di kantin sekolah..
"Oh..." kata Laras.
"Kenapa?" tanya Dhika.
"Enggak kenapa-kenapa kok, Mas Dhika. Mas Bayu balas chat," jawab Laras.
"Emang balas chat apa?" tanya Bagas, penasaran.
"Balas 'oke' saja," jawab Laras singkat.
"Oh..." seru Bagas dan Dhika bersamaan.
"Ya..." sambung Laras.
"Alhamdulillah, tinggal bayar..." kata Laras.
"Biar Mas Bagas saja yang bayar," tawar Bagas.
"Loh, kok gitu? Nggak usah, Mas Bagas. Kan aku ada uang, pakai uangku sendiri saja," tolak Laras.
"Tidak apa-apa, Mas. Berapa?" tanya Bagas pada penjual.
"Batagor dua jadi sepuluh ribu, es teh manisnya dua jadi enam ribu, semuanya jadi enam belas ribu," jawab Mas Sigit, penjual kantin.
"Saya nggak sekalian, Gas?" tanya Dhika.
"Iya deh, baksonya berapa, Mas?" tanya Bagas lagi.
"Baksonya sebelas ribu, es jeruk manisnya tiga ribu, jadi semuanya empat belas ribu," jawab Mas Sigit.
"Oke, nih uangnya," Bagas memberikan uang pada Mas Sigit.
"Iya, terima kasih..." Mas Sigit menerima uang dari Bagas.
"Iya, sama-sama..." kata Bagas.
Di depan kelas Bagas..
"Loh, Gas, mau ke mana?" tanya Dhika.
"Antar 'dede' Laras ke kelasnya, dong. Kamu ke kelasmu saja dulu," jawab Bagas.
"Emm..." gumam Dhika, sedikit cemburu.
Di kelas Laras..
"Dah sampai kelasku ya, dah sampai sini saja. Aku masuk dulu ya," kata Laras.
"Oke, siap..." kata Bagas, patuh.
Bel sekolah berbunyi, menandakan jam pelajaran selesai. Sebelum pulang, Bagas mengantar Laras ke rumah temannya, Bayu. Dhika, seperti tadi pagi, naik angkot mengikuti mereka.
Di depan kelas Bagas..
"Jadi aku pulang kayak mau esok nih, naik angkot?" tanya Dhika memastikan.
"Inggih, Mas Dhika..." jawab Bagas.
"Ya wis, mangga, awake marang kelas e 'dede' Laras ku sayang," ajak Bagas, menunjukkan kekhawatirannya akan Dhika.
"Mangga..." jawab Dhika.
Kediaman Sekar
"Selesai.." kata Arum.
"Kamu sudah selesai, Rum?" tanya Sekar.
"Iya, sudah selesai. Tinggal tugas satu lagi. Hehe.." jawab Arum.
"Cepat banget.." kata Bayu.
"Hehe.." Arum hanya tertawa.
"Emm, tunggu sebentar ya. Bagaimana kalau kita istirahat dulu? Oh ya, aku bikin minum dan cemilan dulu ya." kata Sekar.
"Yang banyak ya, soalnya Laras dan teman-temannya mau datang ke sini. Biasa, Ibu nyuruh antar jemput sekolahnya." sambung Bayu.
"Oke.." seru Sekar.
"Ikut dong, sekalian mau ke kamar mandi nih.." kata Arum.
"Ya sudah, yuk, Rum.." sambung Sekar.
SMA Garuda Jakarta
Di depan sekolah…
"Bagas, mana, Ras?" tanya Dhika.
"Lagi ngambil motor." jawab Laras.
"Oh.." seru Dhika.
Bagas datang menghampiri mereka.
"Maaf ya lama nunggu, Dhik. Ikut saja ya." kata Bagas.
"Lah, yen aku melu, aku munggah apa, Gas?" tanya Dhika.
"Munggah getek, Dhik.." jawab Bagas.
"Semprul.." keluh Dhika.
"Hehe.." Bagas hanya tertawa.
"Emm, gini aja deh, Mas Dhika naik motor saja sama Mas Bagas, saya naik ojol aja." usul Laras.
"Enggak, enak aja kamu naik ojol, Ras.." tolak Bagas.
"Ya sudah iya, saya ngalah deh, saya yang naik ojol, kamu dan Laras naik motor." kata Dhika.
"Nah, gitu dong, Dhik.." seru Bagas.
"Hemm, seneng banget bisa berdua sama Laras.." gumam Dhika, setengah bercanda.
"Ngeluh terus deh, wis pesan gih ojol-e." kata Bagas.
"Oke.." seru Dhika.
"Kita tunggu Mas Dhika aja ya, nggak apa-apa kan?" tanya Laras.
"Iya, nggak apa-apa.." jawab Bagas.
"Kalau begitu, aku w******p Mas Bayu dulu deh, kasih kabar." kata Laras.
"Aku aja yang kasih kabar ke Mas Bayu ya." tawar Bagas.
"Ya sudah, nih HP-ku." Laras memberikan HP-nya pada Bagas.
"Loh, untuk apa?" tanya Bagas.
"Untuk kabari Mas Bayu." jawab Laras.
"Nggak usah, pakai HP aku aja untuk ngabarin kakak kamu." kata Bagas.
"Oh, gitu. Ya sudah, aku mau main game dulu deh.." kata Laras.
Percakapan Bayu dan Bagas melalui w******p:
[Bagas : Assalamu'alaikum Mas, saya, Laras, dan Dhika sudah pulang sekolah. Saya nunggu Dhika dapat ojek ya, Dhika ikut ke rumah teman Mas Bayu.]
[Bayu : Wa'alaikumussalam. Oh iya, saya tunggu ya.]
[Bagas : Oke..]
…
"Dapat nggak, Dhik?" tanya Bagas.
"Dapat, Gas. Sebentar lagi sampai kok." jawab Dhika.
"Oh, oke.." seru Laras dan Bagas bersamaan.
"Ras, naik motor dong, masa berdiri aja di situ." Bagas memberi kode pada Laras.
"Mungkin Laras suka kali sama gue, Gas, makanya nggak mau duduk sama elu di motor. Haha.." ledek Dhika.
"Ih, enak aja! Nggak! Nggak bisa! Laras itu untukku, punyaku, dan milikku seorang! Nggak boleh dimiliki orang lain, termasuk elu, Dhika!" kata Bagas.
"Emm, sudah deh, mulai Tom and Jerry-nya." keluh Laras.
"Permisi, Mas Dhika?" tanya abang ojek online.
"Tuh, tukang ojek datang, Laras, yuk.." ajak Bagas.
"Iya, saya Dhika.." jawab Dhika.
"Iya.." kata Laras.
"Ke Pinang Ranti ya, Mas?" tanya abang ojek online.
"Iya, Mas." jawab Dhika.
....
"Duh, anak-anak mana lagi ya? Kok belum sampai juga sih?" Bayu gelisah menunggu Laras dan teman-temannya.
Di dapur…
"Alhamdulillah, cemilannya sudah selesai digoreng, tinggal minumannya aja. Emm, Rum, tolong ambilkan gelas dong, oh ya, teko juga ya sekalian, karena aku ingin membuatkan kalian minuman yang spesial." pinta Sekar.
"Oh, oke, Kar. Ini tekonya, aku siapkan batu esnya ya." Arum memberikan apa yang Sekar minta.
"Iya.." kata Sekar.
....
"Sekar dan Arum juga lama sekali lagi, aku ke dapur saja deh.." kata Bayu.
Di dapur…
"Oh, pantas lama, sambil ngobrol.." keluh Bayu.
"Hehe…" Sekar dan Arum hanya tertawa.
"Bay, kamu kenapa kok sepertinya gelisah sekali?" tanya Arum.
"Oh iya, ini loh, Rum. Adikku dan temannya kok belum sampai juga ya ke rumah Sekar. Padahal dekat loh sekolahnya." jawab Bayu.
"Ya sabar saja, Bay. Mungkin masih di jalan." kata Arum menenangkan Bayu.
"Iya ya…" sambung Bayu, yang sudah mulai tenang.
Di depan rumah Sekar…
"Assalamu'alaikum…" Laras, Bagas, dan Dhika memberi salam.
"Wa'alaikumussalam…" Bayu, Arum, dan Sekar menjawab salam.
"Siapa tuh?" tanya Sekar.
"Gak tahu, biar aku lihat ke depan deh. Siapa tahu adikku dan temannya." jawab Bayu.
"Oh, ya sudah. Sebentar lagi esnya juga sudah jadi kok…" kata Sekar.
…
"Kok baru sampai? Macet ya di Pinang Ranti atau bagaimana?" tanya Bayu.
"Iya, Mas, macet." jawab Dhika.
"Berapa ongkos ojeknya?" tanya Bayu.
"Dua belas ribu, Mas." jawab abang ojek online.
"Oh, oke… Ini uangnya." Bayu memberikan uang.
"Iya, terima kasih dan permisi, Mas." Abang ojek online pergi.
"Ya sudah, yuk, masuk ke dalam." ajak Bayu.
"Iya, Mas…" kata Laras, Bagas, dan Dhika bersamaan.
Kediaman Ny. Sri Rahayu
"Lap, lapnya sudah selesai, tinggal bantu Mbak Jum masak untuk makan siang deh…" kata Asih.
KRIIING… KRIIING… KRIIING…
Suara telepon rumah berbunyi.
"Telepon rumah bunyi lagi, siapa ya kira-kira yang telepon? Angkat saja lah…" kata Asih.
Percakapan Mbah Prabu dan Asih lewat telepon :
[Asih : Assalamu'alaikum…]
[Mbah Prabu : Wa'alaikumussalam…]
[Mbah Prabu : Emm, ini siapa ya? Sri Rahayu anak saya bukan?]
[Asih : Bukan, saya Asih, ART di rumah Ny. Sri Rahayu.]
[Mbah Prabu : Oh… Sri Rahayu ada nggak di rumah?]
[Asih : Ny. Sri Rahayu pergi arisan, maaf, ini dengan siapa ya?]
[Mbah Prabu : Saya bapaknya Ny. Sri Rahayu.]
[Asih : Oh…]
Masih di ruang tengah…
"Mbak Asih, telepon dari siapa?" tanya Dimas.
"Kakeknya Den Mas." jawab Asih.
"Oh, aku mau ngomong dong, Mbak Asih, sama Kakek. Oh ya, Mbak Asih, tolong bikinkan aku s**u dong." pinta Dimas.
"Iya, Den Mas. Ini teleponnya. Aku bikinkan susunya." kata Asih.
"Oke, terima kasih, Mbak Asih." sambung Dimas.
"Iya, sama-sama, Den Mas…" kata Asih.
Di terminal Solo…
"Loh, kok aku dicuekin sih? ART-nya Sri Rahayu bagaimana sih ini." keluh Mbah Prabu.
"Kenapa, Mbah?" tanya Pak Lik Wahyu.
"Ini loh, ART-nya Sri Rahayu, bagaimana sih kok aku dicuekin." jawab Mbah Prabu.
"Ah, masa sih? Coba lagi, Mbah." Pak Lik Wahyu tidak percaya.
"Iya deh, Mbah, coba lagi." kata Mbah Prabu.
Percakapan Mbah Prabu dan Dimas lewat telepon :
[Mbah Prabu : Halo…]
[Dimas : Assalamu'alaikum…]
[Mbah Prabu : Wa'alaikumussalam…]
[Mbah Prabu : Emm… Maaf, ini siapa sih?]
[Dimas : Saya anaknya Ny. Sri Rahayu.]
[Mbah Prabu : Anaknya Sri Rahayu, oh, Laras ya?]
[Dimas : Bukan, Mbah. Mbak Laras sekolah.]
[Mbah Prabu : Bukan ya… Kalau begitu, Sarah ya?]
[Dimas : Bukan juga, Mbah. Mbak Sarah di London, ikut suaminya.]
[Mbah Prabu : Oh, bukan ya… Bayu juga bukan… Emm, terus ini siapa?]
[Dimas : Saya namanya Dimas, Mbah…]
[Mbah Prabu : Oh, Dimas… Emm, ibumu masih lama ya pulangnya? Nanti kalau sudah pulang, bilang ke ibumu atau Mas Bayu atau Mbak Laras ya, kalau Mbah Prabu lagi di perjalanan mau ke rumah gitu ya.]
[Dimas : Siap, Mbah…]
[Mbah Prabu : Oke deh, ya sudah, kalau begitu sudah dulu ya. Assalamu'alaikum.]
[Dimas : Wa'alaikumussalam, Mbah.]