Bab 79. Rasa Iri Sesil Sesil kian terperangah saat benar-benar menapak di pekarangan mansion. Sangat luar biasa indah. Sesil kian terpesona saat melihat gantunga lampu yang semuanya terbuat dari kristal. Dan ini semua milik kakak iparnya. “Kamu suka?” tanya Leo menatap gadis cilik yang kini menjadi tanggung jawabnya. Gadis cilik itu hanya melengos melihatnya sekilas seakan tak pernah mendengar pertanyaan. Harusnya memang Leo tak harus bertanya, tatapan penuh kekaguman Sesil sudah menjelaskan semuanya. Tatapan Sesil kepadanya kini sangat berbeda, tak ada lagi tatapan penuh pesona dan kekaguman seperti saat pertama kali mereka bertemu. Di mata itu hanya tertinggal pandangan jijik dan merendahkan. Entah kenapa Leo tidak menyukai hal itu. Dia ingin terlihat hebat di mata Sesil. Aneh bukan

