Bab 99. Menerima Hukuman "Dia adalah mata-mata yang kami punya. Aku memang sengaja meminta Miskah memanggilnya ke kantor. Aku bisa saja memintanya ke mansion kita. Tapi aku terlalu takut ada orang jahat yang mengetahui mansion kita dan menyakitimu. Makanya aku memintanya bertemu di kantor. Akan tetapi dia meminta bertemu di cafe karena itu ruang publik. Akupun tidak merasa curiga kalau dia mempunyai maksud lain." "Kenapa kau ingin bertemu dengannya? Apa urusan pekerjaan?" tanya Amara ingin tahu. Selam ini dia tak terlalu ambil pusing dengan pekerjaan sang suami. Ternyata itu salah. Mulai sekarang, dia akan lebih memperhatikan suaminya. Dia tak mau kehadiran wanita manapun di sisi suaminya. Meski itu urusan pekerjaan sekalipun. "Dia sudah sangat berjasa karena berhasil membuat uncle Bram

