Bab 77. Kemarahan Robert “Tubuh nona masih lemah, tapi tuan meminta Anda untuk segera dibawa pulang karena di sini tidak akan membuat Anda nyaman,” jelas suster panjang lebar seakan mengetahui apa yang dipikirkan oleh Sesil. Sesil sampai terbengong mendengarnya. Ini pertama kalinya ada yang bisa membaca pikirannya dengan begitu mudah. Tanpa banyak kata Leo membawa kursi roda dari tangan suster itu ke arah-nya. Lagi, pria itu dengan mudah mengangkat tubuh Sesil seakan tubuh gadis kecil itu tak berarti baginya. Dia juga mendudukkan Sesil di atas kursi roda itu. Tanpa menunggu perintah dari suster itu, Leo mendorong kursi roda ke arah luar ruangan VVIP. Di depan sana sudah menunggu Andreas dan Miskah serta dua orang lagi pengawal. Tak ada pembicaraan di antara mereka berlima. Mereka seaka

