22. One Step Closer

2030 Words

“Biasa, Papinya Kanaya kalau dapat proyek besar pasti ngadain pesta kecil-kecilan kaya syukuran gitu.” Ara meringis lagi, ini sebenarnya memang pesta seperti ini dibilang kecil atau Tante Emma yang hanya ingin merendah untuk meroket? Kayanya senang banget di puji. Huss, Ra. Calon Mama mertua. “Ara bisa bantuin apa, Tan?” Lagipula tidak juga masa dia sudah bertamu tidak bawa apapun sekarang mau lihat Mama mertua wira-wiri sambil duduk manis, sih? “Ah! Enggak usah! Ini bentar lagi selesai kok, mending kamu ke kamarnya Vanya sana. Nanti kalau kamu pulang dulu kelamaan.” Gadis itu kurang paham pa yang tengah bicarakan saat ini. Pulang? Kamar Vanya? Kelamaan? Jangan bilang? “Oh, Arvi belum bilang ya? Aduh Tante juga lupa, habis asyik banget ngobrol sama kamu. Iya, kamu malam ini harus ik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD