Sebuah rumah yang terbilang besar, bercatkan putih gading itu terlihat sedikit bercahaya oleh terpaan dari pancaran sinar matahari.
Gemuruh angin lautpun ikut beriringan dengan suasana rumah itu.
Ya, rumah bergaya modern yang menyatu dengan tepian pantai lombok ini terlihat menyejukan mata.
Apalagi yang menempati rumah itu adalah sepasang suami istri dengan seorang anak gadis semata wayangnya.
"Kita titipin aja kael ke temen kamu itu pah" gumam dominick yang sangat kentara menentang sang sunyi yang menepi.
Xavier yang berada di sampingnyapun ikut menoleh dengan keryitan bingung di dahinya.
"Temen papa yang mana ma?" tanya xavier.
"Itu loh yang pernah main kesini waktu kael masih umur 11 tahun pa, ko papa udah lupa lagi sih!"
"Laah mama, itukan sudah 7 tahun yang lalu, ya pastilah papa udah lupa"
Nick sudah kembali memberenggut, dirinya kembali berfikir dengan kepala yang ia sandarkan di bahu suaminya.
"Iya juga sih, tapi ko mama inget ya pah? Itu loh temen papa yang manggil kamu dengan sebutan kakak.. Yang tinggalnya di jakarta"
Hening.
Saat ini yang di lakukan xavier hanya berfikir dan mencoba memenuhi keinginan nick sang istri yang sangat ia cintai.
"Ah ya! Aku ingat. Ya ampun sayang.. tidak tidak! Aku tidak mau kael di titipin ke zhio. Lelaki itu dalam keadaan pubertas mencari jati diri. Aku nggak mau kalo kalo seandaainya.. Tidak ma.. Jangan kepada zhio" tolak xavier mentah mentah.
Dan itu berhasil membuat nick lebih memberenggut lagi.
"Papa!" rajuknya dan tak segan segan naik kedalam pangkuan xavier.
"Jika tidak ke dia, kita akan menitipkan kael kemana lagi? Aku tidak mau dia dirumah ini sendirian. Apalagi ini kan musim liburan, apa papa nggak kesian apa sama anaknya yang terus terusan main pantai sampe gaada kata bosen gitu." ucap nick panjang lebar.
"tapi sayang.. Yang aku takuti anak gadisku tidak akan aman di dekatnya. Asal kamu tahu saja anzhio saat ini sudah di cap sebagai playboy, maka dari itu aku khawatir jika harus menitipkan kylie kepadanya."
"Tidak akan sayang.. Ya sudah, jika begitu kita titipkan saja kepada mommyku! Aku rasa mommy bisa menampung anakmu di dalam mansionnya."
Semburat merah yang sangat jelas terlihat indah memoles pipi dan rahang kokoh xavier.
"Noo.. Aku lebih tidak setuju lagi sayang! Aku tidak mau mommy membuatnya menjadi semakin aneh lagi.."
"Yaa! Maka dari itu, nurut aja deh sama dominick, istri kamu ini kan bisa di andalkan." tangan nakal milik dominick sudah bermain di sekitar wajah xavier membuat xavier menutup matanya dan tersenyum dalam keadaan terpejam.
"Ekheemm.. Haloo.. Dirumah ini masih ada orang kan?"
Suara nyinyir yang keluar dari bibir gadis cantik yang baru saja datang itu berhasil membuat kedua orang tuanya terperanjat.
Namun, itu tidak membuat dominick turun dari pangkuan xavier.
Malah sebaliknya, ia malah lebih mengeratkan rangkulannya dan membombardir wajah xavier dengan ciuman milik dominick.
"Mam.. Turun dulu, itu ada anak kamu loh" ucap xavier yang sudah kembali di buat malu oleh sang istri.
"Biarin aja pa, anak kita udah besar ini. Apaan si kaell ganggu mama sama papa aja" dominick berbalik dan memperhatikan kylie yang sedang mengunyah coklat yang berada ditangannya.
"Mam! Kylie masih kecil" gumam anak itu dengan santainya berjalan dan mendaratkan bokongnya di single sofa sembari menyalakan tv.
"Kecil darimananya, umurmu kan sudah 18 tahun"
"Yaampun, abg ya anak mama" timpalnya lagi
"Mama sama papa di kamar aja deh! Ganggu kael tahu ga" pinta kylie dengan kerlingan matanya, karena saat ia melihat kearah papa dan mamanya, kini kedua orang tuanya sedang bergumul dan saling berciuman.
"Sssttss.. Anak kecil ga boleh lihat!" seru papanya yang langsung membawa nick kedalam gendongannya.
"Papaaa! Nanti mama jangan dimakan!" jerit kylie membuat xavir dan nicki tertawa.
..
"Apa kak? Kakak akan menitipkan anak gadis kalian kepadaku?" ucap seseorang yang berada di dalam layar monitor itu.
"Ya? apa kau keberatan zhio?" tanya xavier membuat zhio menggeleng dengan gaya slowly.
Yatuhan.. mana mungkin ia keberatan.
Bukankah anak dari kak xavier itu menggemaskan?
Cantik lucu dan menggemaskan.
"Sepertinya tidak kak, aku akan senang jika anak gadis kalian bersedia berada di tempatku." jawab lelaki itu membuat xavier tersenyum diikuti dengan nick.
"Ya tuhan.. Sayaang stop it, aku masih berbicara dengan zhio" gumaman itu tentu saja masih bisa didengar.
Ya terdengar, karena kini wajah xavier sudah tidak biasa.
Dengan keadaan mereka yang naked di balik selimut, sudah di pastikan mereka sudah melakukan yang iya-iya .
"Aku akan mempercayaimu cester."
"Lucester kakak! Namaku anzhio lucester"
"Ya apapun itu namamu, aku akan menitipkan putri tercintaku kepadamu, asal kau tahu saja! Bila aku menemukannya dalam keadaan lecet sedikitpun, akan aku pastikan kemaluanmu terpotong oleh tanganku sendiri.
Arrggh.. be faster babe."
Anzhio kembali tertawa, bayangkan saja.
Mereka menyambungkan video call saat sedang Making love? Astaga! Tak pernah terfikirkan oleh seorang anzhio yang terhormat bisa menonton pertunjukan yang membuatnya meledak-ledak seperti ini.
So itu meledak karena tawa, bukan meledak dengan segala pemikiran yang kalian miliki.
***
"Mam.. Kael dirumah saja!" rajuk kylie
"Kael, mama tidak akan tenang jika kamu sendirian di rumah ini" jawab nick
"Tapi, maa.. Kaelkan bisa jaga diri"
"Sudah sayang, nurut aja sama mama kamu.. Lagian papa dan mama menitipkan kamu kepada om zhio, kamu masih ingatkan om zhio?"
Zhio mana lagi? Sudah jelas sekali kylie sudah melupakan nama itu.
"Nggak pa, kylie nggak inget! Atau nggak, kylie ikut mama papa honeymoon aja"
Boom!
Kedua orang tuanya terbelalak dan sama sama menggeleng.
"Tidak nak, kamu harus nurut sama kita, atau nggak! Mama kirim kamu ke eyang"
"Mamaaaa! Pa.. Mama jahat, masa aku dikirim ke eyang putri. Kaeel nggak mau dua duanya!" rajuknya dan membanting sendok dan garfu yang sedari tadi ia cekal.
"Nick.." gumam xavier.
"Udah pa! Nurut aja sama mama, nanti juga anak itu baik sendiri dan akhirnya setuju. Udaah biarkan aja. Ayo kita makan lagi"
..
next or no?