Dua pasang kaki itu terdengar semakin mendekati pintu bagian belakang rumah ini, dan mereka kemudian berhenti di sana. Evgen semakin merapatkan dirinya untuk meringkuk di balik lemari maksud agar mereka tidak melihatnya meskipun suasana saat itu gelap gulita dan bersiap-siap jika sesuatu hal buruk terjadi nantinya. Ia menajamkan telinganya untuk mendengar percakapan yang terjadi di antara dua orang yang baru datang itu. “Kenapa kau malah membawaku ke tempat seperti ini sih?” Tanya suara salah satu dari mereka, dan Evgen yakin itu adalah suara perempuan. “Halah, jangan pura-pura nggak tahu. Tentu saja untuk melakukan itu tuh.” Jawab suara pria yang menekankan kata “Itu” terdengar menjurus ke suatu tindakan yang mungkin hanya mereka ketahui. “Yang benar saja, meskipun kau bayar aku dua ka

