18. TEMAN NELSON

1029 Words

"Kenapa kau lama sekali bodoh!!" Bentak Nelson masih dengan tangan gemetar memeluk istrinya yang beberapa saat lalu tak sadarkan diri Ben yang dibentak seperti itu hanya bisa diam sambil terus menambah kecepatan laju mobil yang ia kendarai. Ia tak mau ambil resiko dengan menjawab semua bentakan Nelson. Ia tak mau mati muda. Ia belum menikah dan ia akan mewujudkan hal itu dulu sebelum nyawanya melayang. "Cepatlah sedikit!" Bentak Nelson lagi "Rumah Sakit sudah di depan Tuan" jawab Ben pelan "Tidak usah banyak bicara! Lakukan saja tugasmu!" Bentak Nelson. Dan ya itu bentakan terakhirnya sebelum akhirnya ia berteriak teriak di depan rumah sakit meminta brankar untuk istrinya. "Anda tunggu disini saja pak" ucap salah satu suster, sesaat setelah brankar yang ditiduri Sybil m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD