Chapter 22

1091 Words

“Apa kataku benar bukan kalau Attala mengambil gambar diri mu saat kau tak sadarkan diri tadi,” goda Mira saat Elana yang baru saja sampai di dalam kamarnya dengan raut wajah merah akibat menahan rasa malunya di bawah tadi. Elana yang baru saja menutup pintu langsung berjalan menghampiri Mira yang tengah berbaring santai di atas tempat tidurnya sambil tertawa puas. “Kau ini menyebalkan Mira, andai saja aku bisa memukulmu saat ini akan aku jadikan perkedel untuk aku makan nantinya,” sergah Elana dengan salah satu tangannya meninju telapak tangan lain yang terbuka. “Kedengarannya enak,” goda Mira lagi sambil tertawa. “Tidak usah menggodaku terus Mira, tapi tunggu apa yang kau lakukan tadi dengan tubuhku? Dan apakah kau tahu siapa saja yang masuk ke dalam tubuhku saat tak sadarkan diri tad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD