chapter 32

2145 Words

Di tengah menikmati makan siang Attala dan juga Elana di meja makan mereka, Attala mendapatkan sebuah panggilan yang mengharuskannya untuk pergi ke Kantornya siang itu setelah jam makan siang. Maka mau tak mau Attala harus menyelesaikan makan siangnya dengan terburu- buru lalu bersiap untuk pergi ke Kantor. Namun karena hal itu Attala malah tersedak hingga Elana yang melihat hal tersebut langsung memberikan minuman kepada Attala. “Terima kasih, EL,” seru Attala setelah ia menegak minuman yang di berikan Elana dan sudah merasa lega saat ini. “Sama- sama Ta, tapi apa harus makan terburu- buru seperti itu ya?” tanya Elana penasaran karena lelaki tersebut tidak memberitahunya alasannya terburu- buru ingin menyelesaikan makan siangnya setelah menjawab sebuah panggilan. “Maaf EL karena aku ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD