Episode 25

1783 Words

Ya Allah, apa ini mimpi?             Kalau benar ini mimpi, bisakah aku memandang wajahnya? Haramkah jika di dalam mimpi aku memandangnya. Aku menekan jari tanganku dengan kuku jempol dan rasanya sakit. Ini berarti semua ini bukanlah mimpi. Dia,, dia sungguh berada di hadapanku saat ini.             Aku mendengar deheman kecil darinya, sepertinya dia sudah tersadar dari keterpakuannya. Aku masih menundukkan kepalaku dan tidak  tau harus bagaimana dan bersikap apa. Sungguh, sungguh jantung ini berdetak sangat cepat hingga membuat seluruh syaraf di tubuhku melemas.             “Apa kabar?” suaranya masih sama seperti dulu. Selalu tegas dan berwibawa. Sekian lama aku menahan rindu, menekan rasa rindu yang semakin menyakiti hati hanya ingin mendengar suaranya.             “Baik.”      

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD