Amira mengulum senyum saat Eun Jin, mantan ibu mertuanya kembali menambahkan lauk kepiring Qila. Mata kedua mantan mertuanya begitu hangat saat menatap Qila. Tidak ada kebohongan tentang mereka yang menerima Qila. Dia tidak pernah membayangkan hari ini akan terjadi dalam hidupnya. Duduk bersama dengan suasana hangat. Benar-benar tidak pernah melintas dalam kepalanya. Karena jangankan memikirkan hal seperti ini, memikirkan untuk melepas rasa sakit yang menancap dalam hati saja sudah teramat sulit. Tapi Tuhan memang mudah membolak-balikan hati. Amira dengan begitu mudah meluruhkan rasa sakit dalam hatinya saat mantan mertuanya meminta maaf. "ingin tambah lagi?" tanya Axel kepada Amira, laki-laki itu duduk di tepat sebelah Amira. Amira menggeleng "sudah cukup" tolaknya kemudian. Eun Jin

