extra - chap - 1

1598 Words

Keenan's POV "Oh ok." Aku menutup telpon dari sekretaris Gibran dengan kecewa. Apa mungkin Gibran sesibuk itu? Hari ini adalah jadwal fitting baju kami, tidak mungkin Gibran diwakilkan. Itu sangat tidak lucu. Gibran sudah berjanji tidak akan terlambat. Tetapi sepertinya, terlambat sudah menjadi kebiasaan Gibran dari sebulan yang lalu. Kegiatan lembur yang sering dia lakukan membuatku kasihan padanya. Dia bekerja begitu keras. Aku tidak tau apa alasannya, tapi bukankah pekerjaan tersebut dapat ia sambung sesudah acara kami nanti? Tak bisakah dia fokus pada persiapan pernikahan dulu? Aku menghela napas, sedikit lelah. Mungkin aku dapat menunggu 10 menit lagi. Aku menatap keluar jendela mobil, memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang. Haruskah aku pergi makan terlebih dahulu? Perutku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD