c h a p t e r [22]

1108 Words

Keenan's POV Aku memasuki rumah dan langsung menuju kamar. Lelah. Itu yang aku rasakan. Kenapa semua orang sangat mudah menebar janji. "Kee, lo percayakan sama gue?" "Percaya apaan?" "Kalo gue sayang lo!" Dan disaat aku sudah percaya, dia memilih pergi. Pergi hanya karna salah paham. Kenapa Gibran tidak mau mendengarkan. Apa salahnya mendengarkan penjelasan dokter Ferdi. "Mungkin Gibran denger pembicaraan saya sama Nindy." Ucap dokter Ferdi kalem. "Emangnya lo bicara apaan?" "Kalo saya sayang kamu. Saya mau kamu pake nama belakang keluarga saya." Mataku membesar. Ternyata benar dokter Ferdi suka padaku. Baru ingin bersuara, dokter Ferdi kembali melanjutkan. "Dengan cara, kamu harus sama Gibran. Kalo saya tu sebenernya sayang kamu dan kamu udah dianggap kayak adek saya sendiri. Jad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD