ch 11

3382 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Mulai malam itu, Devon jadi makin sering ngajak ngobrol Raras. Walaupun cuman bentar-bnetar doang dan topiknya basa-basi dong karena, ya bisa ditebak, Rarasnya masih gak nyaman ngobrol sama Devon. Selebihnya, cowok itu cuman nyapa-nyapa aja kalau papasan. Sebenarnya, keberanian Devon yang ini bukan dengan niat terselebung. Sama sekali gak ada. Apa yang dirasain cowok itu murni cuman karena greget aja sama Raras. Soalnya cewek itu ke orang lain gak pernah jutek, bahkan se cowok asing. Cuman ke dia doang. Gak kaget, dong, kalau Devon jadi bingung? Dia juga beberapa kali sampai intropeksi. Apa dulu di masa kecilnya dia pernah ketemu sama Raras terus g

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD