Tatapan itu kembali melukai hatinya, namun tidak bisa ditahan lagi. Alyn hanya bisa mengembangkan senyum manisnya sebisa mungkin. Menahan perih ketika Gema menatapnya tidak suka. Sekali lagi Alyn mendapatkan tatapan kebencian dari orang-orang yang dikenalnya. Sungguh, tidak ada yang ingin diperlakukan seperti ini. Termasuk dirinya juga. Alyn hanya ingin bicara walaupun caranya salah. Memaksa Gema untuk datang lewat orang lain memang tidak baik. Tapi, tidak ada cara lain. Dion yang berada di ruangan itu juga merasa ada yang tidak beres dengan pertemuan keduanya. Padahal wajah Gema begitu sangat ceria sebelum bertemu dengan Alyn. Namun saat keduanya bertatapan, bertemu muka, berhadapan—semua itu hilang. Tak ada wajah bersahabat yang terlihat dari Gema. Laki-laki itu memandang acuh kepada A

