Hari telah beranjak siang ketika udara terasa semakin panas, dan perempuan itu masih duduk di sana dengan tangisnya yang mulai reda. Bara menghela napas, dia membuka tutup botol air mineral dan meneguknya hingga tandas. Itu adalah botol ketiganya selama berdiri sembari bersandar pada mobil, pandangannya pun tak lepas dari Hanna yang duduk memunggunginya. Pundak perempuan itu sudah tidak gemetar, tetapi sesekali terdengar isak tangis diikuti pundak yang naik. Bara melirik pada jam tangannya yang telah menunjukkan pukul sebelas siang, sudah lebih dari empat jam mereka di sini. Di sebuah taman yang lumayan sepi pengunjung, dan Bara tak beranjak dari tempatnya selain untuk duduk dan mengamati dari dalam mobil. Getaran di dalam saku jaket membuat Bara bergegas mencari sesuatu, dia bahkan lup

