49

1397 Words

“Bibi! “Ibu!” Panggilan ... ada suara yang terus memanggilku silih berganti. Bahkan meskipun aku ingin membuka mata dan menyahut panggilan mereka, kedua mataku terasa lengket dan sulit terbuka. Begitu berat hingga satu-satunya yang sanggup aku lakukan selama beberapa saat hanyalah mendengarkan. Akan tetapi, bukan hanya dua suara mungil yang terdengar. Aku bisa mendengar keberadaan lain ... percakapan. Meski awalnya samar, tetapi perlahan aku bisa memahami kata per kata dengan jelas. Lantas berkat kekuatan tekad dan niat, aku mampu memaksa kelopak mata agar terbuka, walau sedikit. Aku tengah terbaring miring. Di hadapanku ada jeruji besi. Tepat di depan jeruji besi ada dua orang pria yang mengenakan jubah hitam. Tudung mereka telah tersibak dan menampilkan wajah. Salah satu di antar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD