Chapter 10

1952 Words

Lagi-lagi, saat dia hendak memejamkan mata untuk beristirahat, dia teringat pada Ambar yang malam ini belum meminum obat. Dia sama sekali tidak melihat Ambar berinteraksi dengan obat, Davin takut Ambar lupa. Ingin menghampirinya di kamar Ambar, tapi takut mengganggu. Tidak enak juga kan jika tiba-tiba Davin masuk ke kamar Ambar. Akhirnya dia memutuskan untuk menelepon Ambar. Tiga kali menghubungi, tetapi tidak dijawab. Davin yakin bahwa gadis itu sudah terlelap. Dia bingung, dia benar-benar khawatir. Takut Ambar lupa minum obat yang menemaninya sejak kecil. "Dia sudah minum obat apa belum, ya?" Sejak tadi hanya bisa bertanya-tanya dengan dirinya sendiri. "Ah, masa sih Ambar lupa? Dia kan selalu ingat minum obat. Mungkin dia sudah minum obat sepulang dari rumah Anna tadi." Entah dapat dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD