"Tapi dia cuekin aku terus kalau lagi di kelas, Dav. Padahal aku udah berusaha deketin dia, tapi dia menghindar. Aku gak tahu salahku apa, kenapa Ambar bisa berubah gitu ke aku." Berusaha sekuat tenaga agar Davin percaya, Nina semakin melebih-lebihkan semuanya. Davin hanya menghela kemudian memilih tidak mendengarkan Nina. Tidak ingin soto sulungnya dingin sebelum habis, dia memilih segera memakannya. Membiarkan Nina terus berargumen tentang keburukan-keburukan Ambar yang sama sekali tidak membuat Davin percaya. "Dav." Setelah mengoceh panjang lebar tanpa direspon, akhirnya dia menyebut nama Davin. Laki-laki itu akhirnya menoleh dengan kedua alis yang menaik.Nina menatap dalam kedua manik mata Davin yang terlihat berwarna kecokelatan itu. Begitu juga dengan Davin yang dibuat memaku tatap

