Chapter 17

1946 Words

"Kayak anak kecil aja, pakai disuapi," gumamnya sambil mengunyah. Davin tertawa mendengar itu, dia bahkan mencubit pipi Ambar gemas. "Dav, gimana kata dokternya? Aku baik-baik aja kan, ya?" Davin tertohok oleh ucapan itu. Rasanya, dia tidak bisa menjawab apa-apa lagi selain diam menatap Ambar dengan senyum yang terpaksa dia pertahankan. "Kayaknya kondisi aku makin baik, deh. Soalnya ini nggak kerasa sakit." Mengingat ucapan dokter tadi yang memvonis Ambar, semakin terasa sesak d**a Davin mendengar itu. Bisa-bisanya Ambar kini mengatakan bahwa jantungnya baik-baik saja. Tidak ingin menangis di depan Ambar, Davin hanya mengangguk sambil tersenyum. Mengacungkan jempol, sebagai isyarat bahwa Ambar memang baik-baik saja. Sebuah pesan SMS masuk di ponsel Ambar. Menyita perhatian keduanya. Seg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD