Ambar menatap Davin tidak setuju. Dia malah mengerucutkan bibirnya, ingin meminta maaf lagi tapi dia tahu pasti Davin akan mengatakan 'sudah gak perlu minta maaf terus, kamu itu gak salah'. Tidak ingin membuat suasana menjadi mellow. Ambar menghela napas lalu meluruskan kaki. Dia beranjak dari sana dan berlari masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang. Sementara Davin yang masih duduk di tempatnya itu hanya menatap kepergian Ambar dengan alis yang mengerut. Dia tidak habis pikir, apa lagi yang akan dia lakukan. Dia memutuskan tidak ingin mengejar Ambar karena dia yakin gadis itu akan kembali. Davin mendongak, menatap langit sore yang biasanya terlihat banyak kupu-kupu di sana. "Biasanya kalian datang setiap sore, kenapa kali ini enggak? Padahal Ambar ingin bermain dengan kalian. Tolong

