Senyum lebar Kanz perlahan mengendur ketika ia melihat seseorang yang berdiri di depan rumahnya. "Anita...." panggil Kanz lirih nyaris berbisik menyebut nama wanita yang kini berdiri melihatnya. Keduanya bagaikan patung hanya berdiri kaku sambil menatap lekat. Perlahan namun pasti wanita yang bernama Anita itu melangkah mendekati Kanz, hingga kini posisi mereka saling berhadapan dengan jarak yang dekat. "Apa kabarmu Kanz?" kata wanita yang bernama Anita tersebut. Kanz tidak menjawab, hanya tatapannya saja yang terus menyoroti Anita dengan pandangan yang sulit di artikan. Rasa syok membuat Kanz tak berkutik sedikit pun, sebenarnya ia sedikit kecewa karena yang datang bukanlah Inka. Padahal ia sangat berharap Inka datang dan menjawab pernyataan cintanya, waktu bahkan sudah menunjukkan p

