22. Menembak Inka.

747 Words

"Inka!" "Ya?" sahut Inka singkat dan santai. "Nanti malam kau ada waktu tidak?" tanya Kanz sehati-hati mungkin. "Kenapa?" "Nanti malam aku ingin mengajak mu keluar, kau bisa kan?" Inka tampak diam berpikir dengan ajakan Kanz, cukup lama dan tak lama kepala Inka mengangguk. "Dandan lah yang cantik, supirku yang akan menjemputmu." jelas Kanz tersenyum manis dan wajah berseri penuh kebahagiaan. "Supir? Maksudmu?" tanya Inka bingung. "Supir pribadi di rumahku Inka, mulai hari ini aku akan mencoba memulai kembali tinggal bersama kedua orang tuaku." jelas Kanz. "Benarkah?" Kanz mengangguk. "Syukurlah, aku ikut bahagia mendengarnya." lega Inka begitu bahagia. "Semua berkatmu Inka, jika bukan kau yang selalu menasehatiku. Kemungkinan, saat ini aku masih berkeras hati." Inka tersenyu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD