"Inka-" "Cukup Mohan! ku mohon, hentikan kegilaan mu ini!" tekan Inka memotong ucapan Mohan. Inka berbalik badan ingin segera masuk ke dalam rumahnya, namun dengan cepat juga Mohan bertindak memeluk tubuh Inka dari belakang. Inka tersentak dengan pelukan tiba-tiba dari Mohan di belakang tubuhnya. Anehnya, Inka tak berusaha melepaskan pelukan itu. Hanya bibirnya yang bicara meminta di lepaskan. "Mohan, lepaskan!" badan Inka menggeliat, meronta agar Mohan melepaskannya. Nyatanya, tangan Inka sama sekali tak menampik atau bergerak melepaskan kedua tangan besar Mohan yang melingkupi bagian perutnya. Mohan menjatuhkan dagunya di bahu kanan Inka, sedikit mengecup dari balik luar baju wanita itu. "Aku merindukanmu, Inka. Kembalilah bekerja di pabrik." pinta Mohan berbisik di telinga Inka.

