“Saya gak mau jadi juara satu!” seru Genta tegas, membuat seisi ball-room terkejut dan panitia kebingungan sendiri. Pasalnya, ia menolak diberi selendang dan ikat kepala bendo yang harusnya milik juara terpilih. Lalu, tiba-tiba saja, Genta berbalik ke arah belakang, mendekati aku dan Kang Dicky. “Kang, Akang lebih pantes jadi juara satu dibanding saya, tukeran ya Kang?!” ujar Genta. “Tapi, keputusan juri tidak dapat diganggu gugat!” seorang panitia menyela Genta. “Ya bisa lah! Juri-nya gak fair begitu! Kalau mau jadi juri, ya Teh Maya dong, Teh Hilda, Kang Aldi diikut sertakan, mereka yang tahu kita selama dua bulan setengah ini gimana. Tahu nilai keseharian kita gimana! Bukannya tiga orang asing itu!” Genta menunjuk para juri di depan tanpa rasa hormat sedikit pun. “Dari mana ke mana

