Part 17

1015 Words

Clarisa memandang foto-foto yang sedang di pegangnya dengan geram. Foto yang memperlihatkan puteranya masuk ke dalam rumah sekretaris genit itu. Ia menggeram kesal, mencoba menahan amarah yang telah berkumpul di atas kepalanya. Jika begini terus, bisa-bisa Regan jatuh ke dalam pelukan perempuan tidak tahu diri itu. "Erwin," panggil Clarisa. Laki-laki yang di panggil itu mengangkat kepalanya. "Lakukan sesuai dengan permintaan saya. Jika kamu gagal, kamu akan saya pecat. Dan bila kamu berhasil, kamu akan saya berikan bonus dua kali lipat." "Baik nyonya," sahut pria bernama Erwin itu lalu ia tersenyum. Senyum penuh percaya diri jika dirinya akan berhasil melakukan tugasnya kali ini. Seperti yang biasa ia lakukan sebelumnya. Setelah kepergian Erwin, Clarisa meraih ponselnya dan memilih s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD