Dorothy memandang Aura yang terlihat bahagia malam ini. Tanpa disadarinya, bibir gadis itu menyugingkan senyuman. Layaknya seorang gadis yang sedang di mabuk asmara. Sudah tiga hari lamanya ia mendapati Regan Tristan berdiri di depan apartemennya. Ia bertingkah seperti seorang kekasih yang hendak menjemput gadisnya. Dan pada malamnya tak segan pria itu menjemput Aura dari tempat kerja dan mengantarkannya hingga ke apartemen. "Ada yang ingin kamu ceritakan padaku mengenai senyuman di bibirmu?" "Eh?" "Ayolah! Kamu pasti mengerti maksudku," kata Dorothing sembari memberikan kedipan matanya. "Oh...itu. Tidak ada apa-apa." "Jelas sekali ada apa-apa. Aku dapat melihatnya di dalam matamu," goda Dorothy. Aura menjatuhkan dirinya ke atas sofa lalu menyenderkan kepalanya pada bahu empuk mil

