24— Hari yang Sial

1554 Words

Firdaus POV Lady selalu pulang malam akhir-akhir ini. Bahkan tidak memberitahu kemana dia pergi. Aku mulai merasa marah, tapi enggan untuk mengatakannya. Seperti biasa, dia bahkan tidak pernah menyiapkan bajuku di pagi hari. Aku hanya bisa melihat punggungnya yang masih rileks. Dia masih tidur padahal sudah pukul sembilan pagi. “Sayang…aku berangkat dulu.” “Hmmm? Ini kan minggu.” Suara seraknya membuatku menghentikan langkahku. “Kau harus kerja juga hari ini?” “Aku ingin bertemu dengan teman lamaku, tadi malam aku sudah mengajakmu, tapi sepertinya kau masih kelelahan. Tidak apa, aku saja yang pergi.” “Baiklah, kau pergi saja.” Tidak ada yang bisa aku katakan selain pergi dengan hening. Namun suasana hatiku yang mendung langsung terobati begitu melihat kedua sosok yang sedang berbagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD