17 – Tamparan

1626 Words

Author POV Dita bekerja kembali di rumah sakit yang sama dengan Firdaus. Wajah lelaki itu tidak bisa menyembunyikan kebohongan, bahwa dengan berubahnya Dita, dia sedikit terdistraksi. Banyak bisik-bisik yang terdengar di sana sini. Bahkan tidak jarang dokter yang membicarakan Dita saat ini. Memberikan pujian tentang kecantikan dan auranya yang positif. “Dita. Antarakan ini kepada dokter Charlie, sekarang!” sebuah amplop di campakkan di hadapan Dita. Oh ya. Dita juga masih punya beberapa perawat yang menganggap dirinya rendah. Salah satunya adalah Aminah—perawat yang menyuruhnya barusan. Dita berhenti mengetik sebentar, menatap angkuh ke arah Aminah. Di sini umur Dita jauh lebih tua, dan dia jauh lebih senior. “Kenapa harus saya? Kau kan punya kaki, perawat Aminah.” Beberapa perawat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD