kring... kring...
'Hoam...'
Jam 05:30 saatku lihat jamku dan aku segera bangun. Membersihkan tempat tidur, lalu segera aku masuk kamar mandi. Dan kemudian aku membangunkan Airine, setelah itu aku memoleskan bedak tipis diwajahku dan turun ke meja makan. Aku menghabiskan waktu sekitar 40menit untuk itu semua dan menunggu Airine. Kami turun ke bawah bersama langsung kemeja makan.
"Pagi, Pa, Ma, Kak Rey, dan Key!" sapa Keyra.
"Pagi, Uncle, Aunty, Kak Rey, dan Key!" sapa Airine.
"Pagi Keyra dan Airine!" balas mereka.
"Kalian segeralah bergabung dan habiskan sarapannya, biar gak terlambat,"
ucap Emily.
"Siap, Captain," ucap mereka berdua bersamaan.
"Kami berangkat sekolah!" pamit mereka berempat.
"Hati-hati di jalan, jangan ngebut, Rey!" ucap David.
"Siap, Boss besar!" ucap Rey.
***
Seperti biasanya Keyra selalu turun agak jauh, lalu berjalan kaki. Tapi kali ini Keyra gak sendirian, kalian tau Keyra bersama siapa? Ya, kalian benar Keyra bersama Airine. Sesampainya di sekolah kami berpisah kekelompok masing-masing.
Tak lama setelah itu dilakukan pengenalan para guru dan pegawai. Setelah itu dilakukan upacara penutupan dan pembagian undangan untuk acara pesta penutupan mos di malam harinya. Setelah itu bel pulangpun dibunyikan.
***
"Hey, kalian berdua!" panggil seseorang - Kelly.
"Siapa? Kami kah?" tanya Diana sambil menunjukku dan dirinya sendiri.
"Iyalah kalian berdua, memangnya siapa lagi hah?" ucap Jessie.
"Ada apa, Kak?" tanya Keyra.
"Kalian gak usah berlagak gak tau deh!" ucap kimberly sambil menarik tangan Keyra dan Diana dibawa ke taman belakang sekolah.
"Sakit, Kak, lepasin tangan kami," ujar Keyra.
"Nih satunya lagi orang gak tau diri. Dekat-dekat dengan adiknya Reynan!" ucap Chika.
"Emangnya ada apasih? Kok kalian juga disekap sama para nenek lampir ini sih?" tanya Airine.
"Kalian beraninya menghina kita nenek lampir?" ujar Kelly.
"Ya jelas berani dong, secara kitakan gak punya salah sama kalian!" ucap Diana.
"Ya kalian itu, gak usah sok centil deh. Pakai acara dekat-dekat dengan Reynan and the genk, mending kalian jauh-jauh. Kami sudah memperingati kalian bertiga, jangan sampai kami bertindak. Dasar gak sadar diri, merasa sok cantik lagi," ucap Kimberly.
"OMG, kalian gak punya kaca? Gimana kalau aku beli'in aja. Perasaan kita gak sok cantik kok, tapi kita beneran cantik. Bukannya yang sok cantik itu kalian ya? Lihat aja make up kalian yang menor, kalian terlihat seperti badut!" ucap Keyra.
"Gak, badutkan lucu. Mereka berempatkan gak ada lucunya, mereka itu cocoknya nenek lampir!" ucap Airine.
"Ya, gue juga setuju tuh!" ucap Diana.
"Kalian bertiga beraninya!" ucap Kelly sambil menunjuk mereka bertiga dan kemudian mengeram kesal.
"Gimana kalau kita kasih pelajaran kemereka aja?" tanya Jessie.
"Boleh tuh," ucap Chika.
"Kalau begitu kalian bertiga ambil tepung, telur, dan saus sekarang juga!" perintah Kimberly.
"Nih, mari kita mulai," ucap Kelly.
"Eh, jangan dulu gak seru. Kita bawa mereka ke tengah lapangan aja, gimana?" tanya Jessie.
"Boleh tuh, biar dilihat orang banyak," ujar chika.
"O, kalian mau memberi kita pelajaran di tengah lapangan?" tanya Diana.
"Iyalah, biar kalian tau malu," ucap Kelly.
"Guys, mereka mau memberi pelajaran ke kita di tengah lapangan. Ayo kita langsung ke tengah lapangan aja," ucap Keyra.
"Kalian benar-benar, lihat aja di nanti ditengah lapangan. Kalian bakal kami buat malu dan gak akan ada yang bakal menolong kalian," ucap Kimberly.
***
Di tengah lapangan
"Gimana kalau gue ijin sebentar?" tanya Keyra.
"Apa? Lo takut?" tanya Kelly.a
"Gue takut? Hahaha... Gak sama sekali!" ucap Keyra.
"Lalu kok lo mau pergi?" tanya Jessie.
"Tenang aja gue gak akan kabur kok. Gue hanya akan mengumumkannya di sentral aja, kalau akan terjadi pembully'an yang berganti menjadi pertempuran di lapangan tengah. Bagaimana boleh?" tanya Keyra dengan santainya bahkan kelewat santai.
"Terserah lo, kalau lo mau membuat kalian tambah malu," ujar Kelly.
"Terima kasih, Kak, anda terlalu bodoh," ujar Keyra lalu pergi.
Pertama Keyra beli tepung dan telur terlebih dahulu, dimasukkan ke dalam tasnya. Lalu pergi ke ruang sentral.
"Tes -1-2- tes," ujar Keyra
"Hmm ... jadi begini teman-teman yang masih belum pulang di undang ke lapangan tengah untuk menyasikkan sedikit hiburan," ucap Keyra kemudian langsung kembali ke lapangan tengah.
Sementara itu Rey and the geng sedang berkumpul di kantin mendengarnya. Langsung berlari menuju lapangan tengah.
"Mari kita mulai," ucap Jessie.
"Silahkan kami sudah siap, kalian mau memberi kita pelajaran apa? Matematika? Kimia? Fisika? Atau pelajaran apa?" tanya Keyra sambil membuka tasnya.
"Kamu terlalu banyak omong, gimana kalau langsung kita pratekan saja?" tanya Kelly.
"Boleh, silahkan kalian mulai pembelajarannya terlebih dahulu," ucap Keyra.
Dan seketika Kelly and the geng a.k.a The Queens langsung melemparkan tepung, telur, dan saus ke Keyra, Diana, dan Airine. Kemudian tak lama setelah itu mereka bertiga juga ikut melempar ke The Queens.
'Mereka bertiga itu anak barukan ?'
'Mereka kok berani sih melawan The Queens ?'
'Memangnya mereka gak tau siapa The Queens ?'
'Wah, hebat mereka berani melawan The Queens.'
'Gila, mereka sangat nekat sekali.'
'Wuih, nyalinya mereka itu besar sekali.'
'Sebelumnya gak akan ada yang berani melawan The Queens, kecuali Reynan and the geng.'
'OMG, aku gak yakin besok mereka masih akan sekolah disini.'
'Lihatlah Kelly anak kepala sekolah disini bersama gengnya membuat ulah lagi.'
Begitulah berapa komentar dari anak-anak yang melihat kejadian di lapangan tengah.
"Permisi, bisakah kalian semua menepi? Dan beri kami jalan," tanya Reynan, setelah itu semua langsung menepi dan Reynan berserta gengnya langsung lewat.
"Ada apa ini? Apakah kalian bisa menjelaskan kejadian ini?" tanya Jasen dengan tegas.
"Memangnya apa urusan lo sih?" ucap Kelly.
"Eh, jangan gitu dong sama my lovely," ucap Jessie sambil bergelayut manja di lengan Jasen dan langsung di lepaskan oleh Jasen.
"Tentu saja ini urusan gue, kan gue ketua osis jadi gue bertanggung jawab atas ketertiban di sekolah ini," jawab Jasen.
"Ehm ... jadi ...," gantung Reynan.
"Jadi begini loh baby, gue hanya membersihkan anak-anak kecentilan ini yang berusaha mendekatimu," ucap Kelly.
"Lalu kalau mereka kecentilan, lo sendiri apa?" tanya Reynan.
"Kamu kok gitu sih baby!" rajuk Kelly.
"Oh ya, perlu aku tegaskan ke lo ya. Bahwa gue bukan pacar lo, jadi lo jangan mengaku-ngaku didepan umum kalau gue pacar lo. Nanti yang ada pacar gue bisa cemburu dan salah paham lagi. Dan satu lagi kalau mereka kecentilan berati kalian keganjengan," ucap Reynan.
"Gue juga bukan pacar lo!" ucap Jasen ke Jessie dengan nada datar khasnya.
"Sama gue juga bukan pacar lo!" ucap Vanno saat Kimberly baru saja akan membuka mulutnya.
"Oh ya, gue juga sama. Gue juga bukan pacar lo, ogah gue punya pacar keganjengan kayak lo!" ucap Jimmy saat melihat Chika yang mau membuka mulutnya.
"Guys ayo kita pergi!" ucap Reynan. Kemudian menarik Keyra, serta Key menarik Airine, dan Vanno menarik Diana.
"Dan ini yang paling terakhir. Apabila kalian The Queens berani membully mereka bertiga lagi maka kalian akan berurusan dengan kami," ucap Key dengan dingin.
***
"Kita ketemu dirumahku jam 3, untuk gladi bersih. Lalu kita akan langsung berangkat dari rumahku. Pakai kaos biasa dulu, nanti setelah latihan baru ganti baju," Ucap Rey.
"Oke," ucap mereka.
***