Sudah tiga jam berlalu, dan Retha masih membuka matanya lebar-lebar. Jantungnya semakin lama semakin berpacu dengan cepat, Retha bisa mati kalau terus berpacu jantung seperti ini. Jangan tanya siapa yang sudah membuatnya seperti ini. Di jadikan guling oleh Farrel lah penyebabnya. Retha tidak dapat bergerak, karena pelukan cowok itu begitu erat. Sampai, Retha ragu apakah Farrel benar-benar terlelap atau tidak. Namun, mendengar deru nafas teratur dan diamnya cowok itu dari tadi membuat Retha yakin kalau Farrel benar-benar terlelap. Retha bisa merasakan suhu tubuh Farrel yang tidak normal. Tadi, tubuhnya sangat panas. Dan, sekarang Retha merasakan dingin dari tangan Farrel yang berada di punggungnya. Melihat Farrel dari jarak sedekat ini, mampu membungkam mulut Retha untuk tiga jam lamany

