Allan

347 Words
Setelah mengantar Rena kembali dan melewati kegiatan kantor Allan pulang menuju ke apartement pribadinya, sebenarnya ia masih memiliki rumah bersama keluarganya, namun ia memilih tinggal sendiri, itulah caranya memunculkan ide briliant hingga sekarang. Ia akan memilih sendiri di kesunyian menunggu ide briliant itu datang sendiri. Ide- ide yang mengantar kesuksesannya seperti sekarang. Atau mungkin juga menghindari permintaan ibunya soal calon menantu atau perjodohan. Sebagai anak tunggal ibunda Allan sangat ingin menimang cucu namun putra satu- satunya ini bahkan tidak berpikiran menjalin asmara meski umurnya yang tergolong matang. Ia selalu beralasan jika ia sedang ingin mengeluti dunia usahanya dan jika ia memiliki perempuan ia akan kerepotan mengatur usahanya. Setelah tiba di dalam ia mengambil remote yang mengatur semua lampu dan alat- alat elektronik yang berada di kamarnya, menyalakan lampu kamar tidur dan pendingin ruangan, meletakkan handphone dan kunci mobilnya menjadi satu di meja dan memilih langsung kekamar mandinya, melepaskan penat dengan berendam air hangat di bathup atau lebih tepatnya kolam dalam ruangan dilihat dari besar dan luasnya yang bisa menampung 2 sampai 3 orang. ‘ padahal aku menerimanya untuk mengancamnya, setelah memastikan ia tidak mengingatku bagaimana jika aku langsung memberhentikannya? Tapi kinerjanya lumayan bagus dan aku suka hasil dari ide- idenya.’ batin Allan menyenderkan kepalanya di sudut bathup- nya. ‘ bagaimana jika aku membuatnya terlihat bodoh, dengan membuat kepala divisi perusahaan LN yang terkenal sadis itu marah? Mungkin dengan begitu aku punya alasan memecatnya?’ batin Allan. ‘ kebetulan besok jadwalnya aku bertemu dengannya di resto XX. Setelah ini aku akan mengirim pesan agar besok ia bersiap menemaniku bertemu dengan kepala Divisi LN.’ batin Allan merencanakan segalanya di kepalanya, menghabiskan malam dengan berpikir cara dan alasan yang tepat memberhentikannya. Setelah di rasa tubuhnya segar, ia segera keluar dari bathup mengambil jubah mandinya dan mengeringkan rambutnya yang basah, membiarkannya terbuai berantakan. Mengambil handphone- nya dan mengetikkan beberapa kata sebelum akhirnya mengirimkannya. ‘ jangan sampai membuat kekacauan di perjamuan makan besok. Dan jangan membuat Mr Lee marah.’ pesan yang di kirim Allan sebelum akhirnya ia memilih langsung beranjak ke kasur ukuran king size- nya, dan tanpa di tunggu lama ia sudah masuk kedalam alam mimpinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD