Macet di mana-mana, untungnya Sarah bisa menemukan ATM yang lumayan dekat dengan rumahnya sehingga ia bisa mengambil uang untuk membeli bahan katering. Namun saat di dalam ruang ATM, ia malah teringat Dimas yang diam dan cuek kepadanya. Sejak Dimas tahu kalau Sarah sudah berbohong, anaknya itu menjadi enggan berbicara dengannya. Sarah tahu ia sangat salah menyembunyikan semuanya. Masa lalunya sangat kelam, sangat panjang jika diceritakan. Ketukan di pintu membuat Sarah mengerjapkan matanya dan langsung memasukkan uangke dompet. Ia buru-buru keluar dan meminta maaf atas kesalahannya terlalu lama. Namun sebuah suara yang familier membuat langkahnya terhenti. “Senang bertemu kembali.” Tubuh Sarah menegang. Suara itu, mengingatkannya pada ses

