Ichi

1463 Words
Tengah malam berlalu, bulan menunjukan cahaya nya dengan agung dan menyinari bumi dengan kehangatan nya, di iringi dengan turunya salju di dataran Chiba dan sekitar nya. ''Apriel...'' Wita terbangun dengan degub jantung yang sangat kencang, ia memandang lama kedua telapak tangan nya dan menunduk dalam. ''Aku... kenapa?'' gumam nya Dia duduk sejenak di atas tempat tidurnya yang cukup nyaman itu dan mengacak kasar rambut nya, tanpa ia sadari air mata mengalir perlahan dari kedua mata nya. ''Tess'' Tetesan air mata itu mengenai kakinya ''kenapa?'' Wita meraih meja yang ada di samping nya untuk berdiri dan berjalan terhuyung-huyung sambil menyandarkan tubuh nya ke wajah dinding hingga ia sampai di dapur tempat nya tinggal. Ia mencuci wajah nya dan memandangi wajahnya yang terlukis di cermin wastafel itu, yang terlihat adalah wajah lusuh nya berbalut dengan cipratan darah di pipinya. ''Apa yang !'' Dia segera mengguyur wajah dan kepalanya da memasukan nya ke dalam bak wasafel itu, setelah ia mengeluarkan kepalanya ia pun sadar bahwa itu hanya imajinasinya belaka, ''Bukan salah ku'' ''Bukan salah ku'' ''Bukan salah ku'' hanya itu yang terbanyang di pukiran nya Dengan cepat ia mengambil jatet nya dan mengenakan syal nya, dan berjalan cepat keluar rumah dengan penuh rasa bersalah, hingga ia sampai di sebuah jembatan, ia berhenti sejenak dan menghela nafas nya. Ketika ia melihat cahaya bintang dan bulan yang yang terang bersinar ketika itu, seketika ribuan kenangan akan seorang wanita mengalir di pikiran Wita, ia berkata pelan. '' kenapa tuhan, kenapa?'' Dia menarik nafas panjang dan dan berkata kepada dirinya ''Kenapa ? apriel, kenapa?'' perlahan air mata kembali mengalir melalui kedua matanya, ia merogoh kantong jaket nya dan mengambil selembar foto dirinya bersama seoran wanita di atas sebuah fly over di sekitar pekotaan. Dari foto itu terlihat jelas seorang wanita merangkul tangan kanan Wita dengan wajah yang sangat berwarna, sekan Wita terlihat ''cuek'' dan menutup wajah nya yang sedikit memerah, ia meremas foto itu dan berteriak melepas semua hal yang mengganjal di hati nya. ''KENAPA APRIEL KENAPA?!'' ''KALO EMANG AKU SEPENUH NYA BERSALAH, AKU MINTA MAAF'' Ia tertunduk dalam lutut nya melemas, ia menyandar kan tubuh nya ke guard rail atau pagar jembatan berwarna merah itu, dan memandang wajah nya yang terpantul di sungai itu. Tiba-tiba suara seorang wanita terdengar di telinga wita. ''Wita'' Seketika dia pun menaikan kepalanya den menoleh mencari dari mana suara itu berasal ''Wita'' ''Apa yang?'' Perlahan terlihat seorang wanita yang sedang mengendarai sebuah motor,turun dari motornya dan melepas helm yang membalut kepalanya, ia perlahan berjalan mendekat ke arah Wita, terlihtat sedikit buram saat itu tapi wita merasa kuat wanita itu adalah. ''Apriel'' panggil nya ''Apriel? siapa Apriel?'' ''Fu...Fujin kamu kok disini?'' ''Harus nya aku tanya gitu'' ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "glug'' ''glug'' ''glug'' Wita meneguk sekaleng black coffe yang ada ditangan nya dengan sangat nikmat.Ketika mereka berdua bertemu di jembatan, Fujin mengajak Wita untuk pergi ke mini market tedekat karena khawatir akan tubuh Wita yang mulai memucat. Wita terlihat memandangi lama kaleng minuman itu dan berkata pelan. ''Apriel....'' Fujin yang baru saja keluar dari mini market itu tidak sengaja mendengar apa yang Wita kata kan, ia menundu kan kepalanya dan diam, kemudian melanjutkan langkah nya. Wanita cantik itu duduk di atas kursi yang berada di depan Wita dan menyapa. ''Hai, kita ketemu lagi, gimana ? sehat ?'' Wita menaikan wajah nya dan menjawab ''Hai juga, aman kok, sehat aku'' ''Kamu kenapa !?'' Fujin terkejut melihat wajah wita yang sebenarnya berkata ''Aku ngga baik-baik aja'' itu ''Ngga kok cuma ngantuk dikit'' ''ngga tidur berapa lama?'' ''3 malam ini susah tidur aku, baru tidur berapa menit bangun lagi gara-gara mimpi buruk'' ''Itu sih ngga baik-baik saja'' Ucap fujin ''Lagian mimpi apa?'' Fujin mulai menegk teh macha yang ada di tangan nya ''cuma mimpi buruk'' Fujin berkata dalam dirinya ''Apa ini ada hubungan nya sama apriel?....'' ''Lagian ngapain juga malam-malam sampe sini?'' ''EHHHH!?''Fujin terkejut dengan pertanyaan wita ''Kenapa?'' ''Hmmm....'' Fujin berkata dalam hati '' Haaaah Weita ngga boleh tau nihh'' Ucap nya sambil menyembunyikan kedua tangan nya ''Kenapa?'' ''Ehhh... cuma... jalan-jalan, nyari angin'' Wita terlihat mengangguk dan percaya ''Ehhhh, gimana kalo kita jalan-jalan bareng? Mungkin bisa sama-sama lega'' Fujin tersenyum manis kepada Wita ''Ehm...'' Wita berusaha mengalihkan pandangan nya ''Boleh aja'' ''Gasss''fujin berdiri dan segera pergi menaiki motor nya ''Ini motor apa?'' ''Kamu ngga tau?'' ''Ngga, buat apa'' '' Dasar...'' Fujin tersenyum sinis ''Ini lah, motor legendaris KAWASAKI MEGURO 500 sang ratu jalanan.....'' ''Dah... ngga usah banyak omong'' jawab wita singkat cowok itu langsung menaiki jok belakang motor yang hanya diproduksi tahun1965 hingga 1966 itu, dan menempelkan tubuhnya ke punggung fujin ''Buruan aku ngantuk'' ''ewh.....'' Fujin terkejut sekaligus malu dengan apa yang dilakukan wita ''Jangan langsung naikk '' ''emang kenapa?'' jawab Wita cuek sambil terus menempel kepada Fujin ''AAAAAA'' Teriak Fujin dalam hati. ''ayo buruan'' ''njir_-'' ''Ceklek, Brum.....'' Suara motor terdengarmenggelegar, Fujin segera tancap gas dan melaju dengan cepat. Suara angin perlahan berupah seiring Fujin menaikkan kecepatan nya ''Kita mau kemana?'' ''Diem aja! aku lempar lho nanti'' ancam Fujin Dia terus melaju hingga wita harus mengencangan pegangan nya, perlahan ia pun memegang perut fujin dan. ''AAAAAA" fujin berteriak ''Kenapa?'' ''Ta...tangan mu, diem kenapa, ah... , ja...jadi ngga fokus aku, ah...'' ''Apa? ngga kedengeran'' Matahari mulai terlihat ketika mereka sampai di kawasan inubosaki yang terletak tepat di pinggir laut itu. Fujin bertanya kepada Wita ''Gimana? ini tempat yang bagus bukan ?'' Wita yang malas menjawab akhir nya menaikan kepalanya dan memandangi air laut yang mulai melukiskan cahaya matahari yang sedikit demi sedikit terlihat itu. ''Hahhhh'' Wita takjub melihat nya ''ini sangat indah'' ''Hihi, kita belum sampai tujuan lho, pegangan!'' ''Brum....'' Fujin menarik handle bar stang motor nya dan menaikkan kecepatan. Hingga mereka sampai di dekat sebuah menara mercisuar yang terbangun gagah di pinggir pantai itu. ''yey... sampe...'' ''di... sini?'' ''ya ngga lah bodo! ngga mungkin sampe sini doang'' Fujin menghentikan kendaraan nya dan turun dari benda berwarna merah - hitam itu, perlahan wita mengikuti langkah Fujin ''Ayo ikut kagak?'' Belum sempat wita menjawab Fujin terlebih dahulu menarik tangan Wita dan berlari mendekati mercisuar berwarna putih itu. wanita berambut panjang itu berlari hingga mereka sampai di depan bangunan itu. ''Brak...'' Fujin menendang pintu tempat itu beberapa kali hingga terbuka dan menarik wita masuk ke bangunan itu' ''Ayo naik...'' ''E...emang boleh?'' ''Boleh aja ngga papa'' Fujin tersenyum Ketika mereka berdua memasuki bangunan 5 lantai itu, cahaya matahari mulai meyusup ke dalam melalui ventilasi dan jendela, dan akhirnya mereka sampai di lantai teratas mercisuar itu. ''Brak'' Fujin kembali menendang pintu tempat itu, berlari ke arah balcon dan... ''INI DIA!!!!!'' ''Wush'' suara angin laut terdengar lembut di telinga, terasa seperti menghelai rambut secara perlahan, cahaya matahari yang berwarna oranye ke kuning-kuningan terpantul di atas permukaan air. ''Weita. kamu... nangis?'' ''A...apa?'' Wita mengusap air mata nya ''Ngga kok ngga papa'' Air mata Wita masih saja mengalir, ia mendadak teringat momen-momen indahya bersama mendiang Apriel dengan pemandangan yang hampir sama, hanya saja...tempat dan wanita yang beramanya saja yang berbeda. Wita tertunduk dalam dan menggenggam erat kedua tangan nya, memang benar kesedihan yang amat sangat mendalam tak akan bisa di sembunyi kan, melihat hal itu fujin mendekati Wita, menempelkan sisi kiri pundak nya, menyandarkan tubuh wita dan merangkul nya. Seketika air mata Wita pecah seketika itu juga,Fujin mengusap-usap kepala pria yang baru saja ia kenal seminggu yang lalu itu dengan perlahan dan berbisik ''ngga papa, keluarin aja'' ''AAAAAA" ''Ngga papa'' ''AAAA KENAPA? APRIEL? KENAPA?'' teriak wita ''Eh.... lha kok yang di sebut bukan nama ku sih_-'' ucap fujin dalam hati Beberapa lama kemudian, tubuh wita mulai melemas, ''sepertinya ia terlalu lelah'' setidaknya itulah yang akan di katakan oleh orang-orang apabila mereka melihat kondisi wita. mata pandanya mulai tertutup, perlahan ia terjatuh lemas tapi sempat di tahan oleh kedua tangan Fujin, Fujin pun tersenyum dan berbisik. ''Selamat malam, Weita-ku'' ---Besok nya--- ''Akh.....'' Wita manarik dan meregangkan asik kedua tangan nya ''Akhirnya aku bisa tidur nyenyak'' Fujin yang sedang mengelap beberapa gelas pun menjawab ''Syukurlah... dah ngga mimpi buruk lagi?'' ''Berkat kamu, perasaan ku jadi plong lagi'' ''Be...beneran'' pipi fujin memerah ''Ma...maksud mu...'' ''Yaa, makasih banyak hiburan nya''Wita tersenyum ke arah fujin ''ng....ngak kok, ngga papalagian kamunya juga tiba-tiba nangis'' ''A...apa yang'' pipi Wita ikut memerah karena malu ''Hihi'' Fujin tersenyum ''Ehhh'' Wita berusaha mengalihkan pembicaraan ''Aku mau kerja dulu ya...'' ''Kamu...dah mulai kerja?'' ''Ya lah.'' ''Lha emang kerja di mana?'' ''Di Tokyo'' ''Beneran?'' ''Ya, emang kenapa?'' ''Kerja di perusahaan apa?'' ''Di ''bunny company'' ''Bunny company... itu kan'' Fujin berusaha menebak '' Yups, perusahaan yang bikin game I A N yang viral kemaren-kemaren'' ''Wahhh'' cewe dengan rambut panjang ini tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Wita ''Kamu bisa IT ?'' ''Bisa lah'' ''Ternyata, pinter juga kamu'' ''Pinter kan syarat biar bisa nikahin kamu'' Wita tersenyum licik pipi Fujin pun kembali memerah mendengar penuturan Wita ''Hei kau, beraninya ngomong gitu ke aku....'' ''Dah ya bye....'' ''Hei Weita, Hei!, HEI!!!!'' ------nyambung------
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD