83

1646 Words

POV Ilana + Rifani "Saya tidak tahu salah saya atau salah Lana apa sampai kamu terlihat begitu marah," ucap suamiku dengan santai. Pandangannya tertuju pada mantan suamiku yang mengembuskan napas keras. Bukan hanya aku dan Mas Adam yang terus memperhatikan Bang Rivan dengan heran, Rifani dan Ibu juga memperhatikannya juga. Umi malah terlihat kaget mendapati sikap ayahnya yang aneh, tahu-tahu marah tanpa sebab. Anak perempuanku sesekali memandangku, lalu dengan takut-takut memandang ayahnya yang tersenyum padanya. "Makan yang banyak, Umi," katanya, lalu tatapannya terlihat tak senang itu tertuju kemari. "Apa kamu itu tidak punya etika, hah? Sedang makan bisa-bisanya membahas tentang hotel. Benar-benar tidak punya etika! Tidak punya sopan santun!" ketusnya penuh kejengkelan. Sebaliknya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD