Semoga Ibu berkenan mengijinkan saya menjadi bagian dari keluarga Ibu.” “Pak Boss, ini tidak lucu,” sergah Indah menyudahi semua ucapan Nathan yang terdengar konyol di telinganya. “Aku emang gak melucu, Yang. Aku serius. Aku mau lanjutin hubungan kita yang dulu. Caranya dengan menikahi kamu.” Indah melongo beberapa detik, lalu maju untuk menyentuh kening Nathan. Setelah itu ia beralih pada Rio yang baru saja kembali, entah dari mana setelah menyingkirkan Torik dan kawan-kawannya. “Kayaknya Pak Boss lagi sakit. Lumayan anget palanya,” bisik Indah pada Rio. “Mas Rio bawa ke klinik deh. Di sini ada kok, cuma lima belas menit, tambahnya lagi. “Bu, saya sama Indah dulu pernah pacaran waktu kita masih jadi mahasiwa. Tapi karena sedikit masalah, kita putus. Dan saya di sini untuk meminta ana

