Nathan langsung mendekatkan bibirnya ke bibir Indah, dan mata Indah makin membulat. Hanya tinggal sedikit lagi …. Satu centimeter lagi bibir mereka akan bertemu dan bersentuhan, tapi ..."Hmmpphhh.” Nathan melebarkan mata kepada Indah. Bibirnya sudah bertabrakan dengan sesuatu tapi bukan bibir Indah. "Hukuman? Enak aja!" Tadi sebelum bibir keduanya beradu, Indah langsung meletakkan telapak tangannya di depan bibir Nathan. Indah sedikit mendorong wajah Nathan agar bisa terlepas dan kemudian berjalan ke arah dapur. Saat ini Indah sangat butuh air dingin, untuk menetralisir suhu tubuhnya. Sedangkan Nathan yang ditinggal begitu saja jadi kesal sendiri. Dicengkramnya bantal sofa dengan kuat. Ia kesal karena dirinya yang sering lepas control saat berduaan saja dengan Indah, juga harusnya

