Hampir Ketahuan

1168 Words

Zara membeku mendengar ucapan Alvano. Nyaris tak percaya dengan pendengarannya. Selama ini kebaikan Alvano dikiranya sebagai bentuk perhatian kakak kepada adik angkat karena dirinya adalah sahabat Annet. Tapi yang didengarnya sekarang jauh dari pikirannya. Zara tersenyum kikuk. Dia mencoba untuk tidak memperdulikan apa yang sudah dia dengar. “Kak Al suka bercanda juga rupanya.” "Bercanda? Aku tidak sedang bercanda, Zar. Aku serius." "Mana mungkin Kak Al serius. Aku ini janda, tidak perawan lagi, sudah punya anak, orang tidak punya juga. Sedangkan Kak Al itu masih lajang, tampan, kaya raya, dan sukses. Hanya pria bodoh yang mau sama aku." "Kamu itu bicara apa sih, Zar? Kenapa kamu merendahkan diri kamu sendiri? Dari dulu aku menyukai kamu yang baik, cantik, dan pintar. Apa itu salah?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD