"Dem! Restauran yuk! Lapar nih," ajak Budi sang manager HRD pada Demian yang masih duduk di balik meja kerjanya. Demian menoleh. "Boleh. Aku juga sudah selesai kok. Sebentar aku matikan laptop dulu." Demian pun mematikan laptopnya dan baru kembali melangkah keluar ruangan. Keduanya lalu berjalan beriringan menyusuri koridor yang panjang. "Eh, bagaimana kabar istrimu itu? Apa dia benar-benar jadi menggugat cerai kamu?" tanya Budi tiba-tiba. Entah angin darimana Budi mempertanyakan itu. Demian mengangguk. "Ya, dia memang sudah menggugat cerai aku. Tapi aku yakin masih mempunyai banyak kesempatan mempertahankan dia sebagai istriku. Nanti kan ada mediasinya." Budi tertawa kecil. "Gila kamu ya. Berani sekali poligami. Kalau aku sih tidak ada pikiran ke sana jika sudah menikah nanti. Istri

