BADAI PASTI BERLALU

1367 Words

“Surat panggilan dari pengadilan agama?” tanya Demian dengan wajah terkejut. “Hum,” Zara mengangguk santai. “Aku ulangi, surat panggilan dari pengadilan agama,” sambungnya dengan memperjelas setiap kata. “Memangnya kamu sudah mengajukan gugatan cerai ke sana?” tanya Demian tak yakin dengan ucapan Zara, karena selama ini dia menganggap Zara tak mampu untuk melakukan hal tersebut. “Tentu saja sudah. Apa kamu pikir aku tidak bersungguh-sungguh?” Demian membisu dengan rahang yang agak mengencang. “Satu kata buatmu, Zar. Bo-doh. Hanya wanita bodoh yang tidak menurut dengan pria sepertiku. Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku akan berusaha bersikap adil kepada kalian berdua. Tapi kamu masih saja keras kepala. Kamu istri yang tidak menurut dengan suami. Kamu akan menyesal.” Zara menyering

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD