" Menjadi orang asing untuk orang yang pernah menyakiti mungkin lebih baik untuk membentengi hati "
•••••
Setelah kepulangannya dari kantor dava, audy langsung ke kamarnya berdalih istirahat ke neneknya karena di tokonya sudah ada ana dan resti yang jaga . Sesampainya di kamar audy langsung merebahkan tubuhnya yang memang lelah namun lebih lelah hatinya hari ini, audy menatap langit langit kamarnya dan kenangan kenangan indah bersama dava tiba tiba terlintas kembali hingga satu kenangan pahit juga ikut terlintas membuat ia meneteskan air mata ..
Melody Pov
" Kenapa semesta seakan tidak ingin melihatku bahagia? Ibu ku telah pergi bersama sang pencipta, ayahku pergi dengan wanita lain, kakak ku pergi dengan dunianya sendiri namun orang yang tak ku harap kembali tapi dia yang datang di hidupku saat ini. Seakan semesta tak adil padaku, orang yang ku harapkan datang untuk menemuiku malah tak ada bahkan kabar pun tak ada sama sekali tapi ini orang yang paling ku hindari dari 10 tahun terakhir ini malah begitu saja muncul di hadapanku dengan menawarkan kerja sama. Terlalu lucu sekali hidupku ini, belum sembuh luka yang dia torehkan tapi dia kembali muncul dan itu membuat luka ini semakin lama sembuhnya" audy bermonolog dengan dirinya sendiri di dalam kamarnya sambil terus menatap langit langit kamarnya dan air matanya sudah mengalir deras seakan tak bisa terbendung lagi.
" Dia pikir luka yang di torehkan seperti luka halnya jatuh dari sepeda setelah di beri obat merah 2 sampai 3 hari akan sembuh? Jawabanku tidak. Bahkan luka yang telah ia torehkan 10 tahun lalu terus saja mengangah dan bahkan aku tidak tau kapan akan benar benar sembuh. Dia pikir apa yang dia lakukan itu akan mudah gue terima gitu aja layaknya jika seorang bocah mengambil permen bocah lain kemudian bocah itu menangis dan si pengambil menggantikannya kemudian air matanya pun redah? Jawabanku tidak juga karena nyatanya rasa sakit yang ia beri itu terus saja terbayang dan membuatku tidak bisa membuka hati lagi meski itu terjadi ketika aku masih belia tapi itu tidak membuatku mudah melupakannya . Terlalu lucu memang hidup, dia bahkan hadir lagi tapi kata maaf pun tak ada yang terlontar sedikitpun, hanya ingin aku tau kabarnya gimana? Untuk apa aku tau kabarmu, kalau aku punya kekuatan rasanya aku akan mengirimmu ke benua yang tak berpenghuni agar dia tak bisa datang lagi di hidupku .
Kenapa kamu kembali lagi?
Kenapa kita harus bertemu lagi?
Tidak cukupkah sakit yang kau beri dulu padaku?
Oh s**t, dia bahkan berubah menjadi pria semakin tampan, ya aku akui itu tapi bayangan ia menoreh luka padaku tak membuatku berpaling untuk kembali mengaguminya, cukup masa remajaku ku habiskan hanya untuk memujanya sehingga dengan mudahnya ia melukaiku " audy terus bermonolog hingga ia lelah sendiri dan akhirnya tertidur di siang hari menjelang waktu ashar itu.
*****
Setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya di kantor entah kerasukan apa dava, tidak langsung pulang ke rumahnya tapi ia malah membawa mobilnya ke salah satu club ternama di ibu kota yang memang sering ia datangi . Dengan berjalan tegap dava memasuki tempat penuh muslihat itu dengan tatapan yang tak bisa di tebak hingga ia menghampiri seseorang yang sudah datang terlebih dahulu.
" Woi dav, tumben lo ngajakin gue kesini lagi . Ada apa? Muka lo kusut amat "
" Diam lo bryan, gue capek banget. Gue butuh hiburan, udah lama banget gue nggak ke sini "ucapnya sedikit emosi kemudian ia pun membuka jas nya dan menyimpan nya di samping kursi kemudian membuka 2 kancing kemeja teratasnya dan melipat lengan kemejanya hingga siku membuat ia semakin cool dan mata para wanita di club itu semakin terbelalak dan gencar mendekati dava.
" Woi, santai bro. Seperti nya emang lo capek banget sampai lo sensi gitu " ledek bryan sahabat dava
" Terus lo mau ngapain nih ? Minum? Atau gue panggilin teman curhat buat lo?" Tanya bryan namun teman curhat dalam artian bryan itu adalah seorang gadis untuk bisa di ajak apa saja ... Hehhehe
( you know wht i mean , right? )
" Minum dulu deh, gue sumpek banget seharian kerja mana perusahaan gue bentar lagi anniv. Lo datang kan bry?"
" Of course broth, i will come "
Kemudian bryan pun memesankan sebuah minuman untuk dava dan malam ini mereka lewatkan dengan minum dan berbagai cerita hingga kesadaran dava sudah tinggal beberapa persen lagi. Perempuan perempuan yang ada di situ sudah mendekati dava dan menggerayani tubuh dava, sontak sebagai laki laki normal ia bereaksi. Tanpa malu di depan bryan , dava menarik wanita yang ada di dekatnya untuk ia cium namun sebelum itu terjadi bayangan seseorang hadir di pikirannya dan dengan tak berperi kedavaan (hehehhe) dava mendorong wanita itu hingga terjatuh dan membuat wanita itu meringis kesakitan dan langsung pergi dengan kesal dan malu meninggalkan dava yang sudah mengumpat dan membuat bryan kaget.
" Shitttt, wht the hell " umpat dava dan menyapu wajahnya dengan kasar
" Hai bro, wht happend on you? Do you have any problem?" Tanya bryan khawatir karena tak biasanya sahabatnya memperlakukan wanita yang sudah ia pilih dengan kasar, malahan mereka akan berakhir di sebuah kamar hotel namun malam ini dava tampak berbeda. Dengan rasa khawatir bryan menggeser duduknya tapi sebelumnya mengusir wanita yang berada dengannya tadi sehingga hanya ia dan dava saat ini di sofa . Bryan pun mendekati dava yang sudah tertunduk dan menopang kepalanya dengan kedua tangannya.
" Bro, lo sakit? Gue antar pulang aja deh. Tante difia bisa menggal gue kalau anaknya sakit dan gue telantarin " cerocos bryan dan dava masih diam hingga dava mengangkat wajahnya dan menatap bryan
" She's back men " dengan dahi mengkerut karena bryan tidak mengerti perkataan dava
" Who is she?" Dava kembali diam beberapa detik
" My first love, dia datang lagi di hidup gue. Tadi siang gue ketemu sama dia bahkan kami berduaan di kantor " Jelas dava dengan nada frustasi
" Wow, berduaan? " Ucap bryan heboh namun dava memberinya tatapan seakan menyiratkan jangan sembarang pikiran lo.
" maksud lo pacar yang waktu lo SMA itu, siapa namanya itu audry aud "
" Audy, namanya audy " sebelum bryan menyelesaikan perkataannya dava langsung membenarkan nama audy
" Yaa itu maksud gue, kok bisa? Kata lo dia nggak di jakarta bahkan dia nggak di indonesia "
" Ya mana gue tau, tiba tiba kemarin gue ketemu untuk kerja sama dan tadi gue ketemu lagi untuk membahas kerja sama kita"
" Wah, jodoh lo mungkin dav " perkataan bryan langsung membuat dava menatap bryan namun tak bisa di jelaskan tatapan itu.
" Ya bisa jadikan karena tiba tiba dia datang lagi "
" Gue harus apa bry? Gue harus minta maaf gitu sama dia? Dia juga punya salah sama gue , atau gue pura pura nggak kenal aja ya? Tapi hati gue berkata lain. Audy gue semakin cantik bry, bahkan dia sudah punya toko roti sendiri dan itu impian dia dari dulu. Gue harus apa bry? Jujur gue rindu tapi gue juga benci dengan dia. Kenapa harus di pertemukan lagi sih kalau nyatanya kita harus seperti 2 orang asing " cerocos dava di tengah detik detik kewarasannya sampai dimana kewarasannya sudah tak bisa bertahan lagi dan dava jatuh tersungkur di sofa dan membuat bryan geleng geleng kepala.
" Yaaa, kebiasaan dah nih bocah kalau ada masalah . Gue jadiin sopir lagi buat pulang ke apartemennya " ucap bryan kemudian meminta security untuk menggotong dava ke mobilnya dan bryan pun akan membawa dava ke apartemennya, jangan di tanya saking sahabatannya bryan sudah tau password apartemen dava jadi memudahkan ia datang kalau lagi ada masalah dan contohnya seperti malam ini. Tidak mungkin bryan membawa pulang dava ke rumahnya, bisa jadi dendeng sapi mereka berdua di tangan mami dava dan ketika sampai di apartemen tugas bryan yaitu menghubungi mami dava dengan pesan kalau dava nginep di apartemen karena lelah kerja karena kebetulan apartemen dava lebih dekat dari kantor ketimbang rumah orang taunya.
" Lo kuat kalau sama musuh lo di perusahaan dav tapi lo lemah kalau soal cinta " ucap bryan cekikikan menatap dava yang sudah terkapar di tempat tidurnya ..