" Aku yang lebih dulu mengenalmu, aku yang lebih dulu mencintaimu, aku yang lebih dulu bersama mu tapi dia orang baru yang kau akan bawa ke pelaminan. " ••••• Pikiran yang kalut, hati yang tak tenang namun di paksa oleh keadaan yang harus seolah-olah semua baik-baik saja membuat seorang Davandra kebanyakan diam saat ini. Davandra bukan pria yang dingin atau pendiam, dia lelaki biasa saja, ia mudah mengekspresikan perasaannya, kalau lagi moodnya turun ia akan diam saja tapi kalau moodnya lagi naik atau bagus ia akan cerewet. Namun kali ini ia memilih diam, selain karena memang mood nya lagi turun bahkan rasanya moodnya tengah jumpalitan, ia juga takut kalau ia banyak bicara semua yang ia simpan akan ia keluarkan dan ujung-ujungnya menyakiti orang lain lagi . Dava tengah menunggu di depa

