Waktu terus berlalu dan tak terasa pertandingan akan segera di mulai, Marcell menatap ke pendukung tim lawan dan Aurellia masih belum hadir di sana. ia sangat menanti nantikan kehadiran nya meski dia hanya bisa menatap nya dari kejauhan. "Dia masih belum ada" lirih nya pelan Muhlis mendengarnya "Siapa? aurellia ya?' gerutu Muhlis pelan "Haha tau aja lo" senyum marcell Dino mendekat dan berbisik pada Marcell "Cell lo harus hati hati sama Jessen, setelah gue lihat lihat dari tadi dia liatin elo terus dan kayak nya dia sedang mempunyai sebuah rencana" bisik nya "Benarkah?" sahut Marcell lalu menatapi Jessen penuh curiga Jessen menatapi Marcell penuh dendam yang terpendam "Hati hati lo, gue pastikan lo akan di permalukan di hadapan cewek gue. jangan berani berani nya deketin cewek gue, a

