Gara mulai melangkah mendekat ke arah keduanya dengan gugup, entahlah tiba-tiba saja mendadak ia gugup setengah mati. Perasaan sialan yang berusaha laki-laki itu tepis. "Bang!" panggil bundanya sambil melambaikan tangannya berharap anak sulungnya itu bisa melihatnya. Bahkan tanpa bundanya melambaikan tangan ia bisa melihat dengan jelas dimana bundanya berada, apalagi ada gadis yang memenuhi pikirannya tersebut, semakin membuat matanya dengan cepat menangkap keberadaannya. "Sialan!" sejak tadi kata-k********r terucap dari bibir laki-laki itu. Entah mungkin salah satu usahanya untuk mengurangi rasa grogi yang menjalar di sekujur tubuhnya atau memang mulut laki-laki itu yang kurang didikan. Melihat mata Disa nyali Gara menciut, ia ingin balik ke mobil saja sekarang. Atau paling tidak bund

