Bab 213

3717 Words

Dalton meninggalkan tempat itu, berjalan keluar tanpa menoleh ke belakang. Seorang pelayan dipanggil datang, dan ketika pelayan itu melihat Dalton. Ia spontan menunduk. "Tuan butuh sesuatu?" "Urus wanita itu dan obati lukanya." Pelayan itu bergegas melakukan perintah sang tuan. Begitu pintu ganda ruang keluarga besar itu terbuka, atmosfer di dalamnya terasa lebih mencekam daripada penjara bawah tanah. Keluarga Alexandria sudah duduk di sana. Ayah Nina, Holland Alexandria, berdiri dengan wajah yang merah padam, didampingi istrinya yang terus terisak dan beberapa kerabat dekat yang menatap Dalton dengan tatapan menuntut. "Tuan Rutherford!" Holland berkata dengan tegas. Suaranya itu entah lebih mirip seperti orang berteriak marah atau justru lega. "Tuan Alexandria, apa yang kau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD