Ketegangan di dalam rumah kaca itu mendadak mencapai titik didih. Ketika melihat sosok itu berdiri di sana. Jenna dan Maya mendadak kehilangan orientasi, mendadak saja semuanya membeku, berdiri diam di sana dalam ketakutan yang mutlak. Suara gemericik air dari pancuran kecil di sudut ruangan yang tadinya menenangkan, kini terdengar seperti detak jam menuju ledakan. Gregg Vicaso melangkah maju, setiap ketukan sepatunya di atas lantai batu terasa seperti dentuman godam yang menghantam saraf Jenna. Maya sudah benar-benar kehilangan kekuatannya, gadis itu merosot di kursi, tubuhnya mengecil, berharap ditelan oleh bayang-bayang tanaman pakis di belakangnya. Ia tidak berani bernapas, apalagi menatap tuannya. Namun, fokus Gregg telah beralih sepenuhnya. Sepasang mata predator milik pria

