Pagi pada hari pernikahan, Hollow Manor berubah menjadi sarang kesibukan yang hiruk-pikuk. Aroma bunga lili putih yang melambangkan kesucian menyeruak di setiap sudut lorong, bercampur dengan aroma lilin aromaterapi dan parfum mahal. Semuanya sibuk, semuanya bergerak, termasuk para anggota keluarga yang benar-benar sudah tidak sabar untuk menghadiri acara sakral itu. Jenna berdiri di depan cermin besar di kamarnya, menatap pantulan dirinya yang kini terbungkus seragam pelayan khusus, setelan hitam pekat dengan celemek putih bersih yang kaku karena kanji. Seragam itu terasa seperti baju besi yang menyesakkan, mengingatkannya pada posisi rendahnya di tengah kemegahan klan Rutherford yang luar biasa. "Kau harus kuat," bisiknya pada diri sendiri, jemarinya yang gemetar merapikan kera

